Sebelum saya berbagi, mungkin yang harus di perhatikan adalah bahwa artikel saya tentunya masih sederhana dan masih sangat membutuhkan pesan, saran serta kritik dari teman-teman yang lebih berpengalaman heheee.. Oke kalo begitu ini dia artikel saya mudah-mudahan bermanfaat ^_^
EVALUASI PEMBELAJARAN MEMBACA
A. PENGERTIAN
EVALUASI
Menurut pengertian bahasa kata evaluasi berasal
dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau
penaksiran (John M. Echols dan Hasan Shadily: 1983).
Menurut Stufflebeam, dkk (1971) mendefinisikan
evaluasi sebagai the process of delineating, obtaining, and providing
useful information for judging decision alternatives," Artinya evaluasi
merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang
berguna untuk merumuskan suatu alternatif keputusan.
Sedangkan, Rooijackers Ad mendefinisikan evaluasi
sebagai "setiap usaha atau proses dalam menentukan nilai". Secara
khusus evaluasi atau penilaian juga diartikan sebagai proses pemberian nilai
berdasarkan data kuantitatif hasil pengukuran untuk keperluan pengambilan
keputusan. Evaluasi bukan sekadar menilai suatu aktivitas secara spontan dan
insidental (sewaktu-waktu), melainkan merupakan kegiatan untuk menilai sesuatu
secara terencana, sistematik (menurut aturan), yang jelas.
Evaluasi secara etimologi berasal
dari bahasa Inggris evaluation yang
bertarti value, yang secara secara harfiah dapat diartikan
sebagai penilaian. Namun,
dari sisi terminologis ada beberapa definisi yang dapat dikemukakan, yakni:
Ø Suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat
keberhasilan sesuatu.
Ø Kegiatan
untuk menilai sesuatu secara terencana, sistematik dan terarah berdasarkan atas
tujuan yang jelas.
Ø Proses
penentuan nilai berdasarkan data kuantitatif hasil pengukuran untuk keperluan
pengambilan keputusan.
Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai,
atribut, apresiasi, dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi
atas permasalahan yang ditemukan
Evaluasi bersifat analitik dan kooperatif dengan
obyek evaluasi (evaluatan), sedangkan audit lebih menekankan pada
pengujian-pengujian bukti dan independen terhadap obyek audit (auditan).
Keduanya tetap mengedepankan obyektivitas evaluator/auditor.
Tidak ada satupun guru yang tidak ingin berhasil
dalam proses mengajar, tentunya semua guru sangat mengharapkan sekali
keberhasilan belajar mengajar itu, guru yang masa bodoh terhadap anak didiknya
adalah cermin kurang tanggung jawabnya seorang guru menjabat sebagai
profesinya, guru yang tidak mau tahu dengan perkembangan pendidikan anak
didiknya adalah tanda guru yang tidak peduli taerhadap tantangan zaman yang
terus merongrong anak didiknya.
Walaupun ada terobosan baru metode belajar yang bagus, seperti yang di
pelopori oleh bobby de porter dalam quantum learningnya, tetapi itu saja tidak
cukup, metode yang bagus saja tidak cukup tanpa evaluasi, maka evaluasi
sangat di butuhkan sekali dalam pendidikan.
Dalam sebuah buku yang berjudul teknik evaluasi pendidikan karya
M.chabib thoha, beliau mengatakan bahwa Evaluasi berasal dari kata evaluation
yang berarti suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai sesuatu,
apakah sesuatu itu mempunyai nilai atau tidak. Menurut istilah evaluasi berarti
kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan
instrument dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur tertentu guna memperoleh
kesimpulan.
Evaluasi atau penilaian dalam bidang pengajaran
dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mengukur kadar pencapaian tujuan. Tuckman (1975:12) mengartikan penilaian sebagai suatu proses untuk
mengetahui/menguji apakah suatu kegiatan, proses kegiatan, keluaran suatu
program telah sesuai dengan tujuan atau criteria yang telah ditentukan. Pengertian evaluasi berkaitan erat dengan
pengertian pengukuran (measurement).
Orang sering mencampuradukkan kedua pengertian ini.
Untuk dapat memberikan penilaian secara tepat, misalnya tentang kemampuan pembaca
memahami teks argumentasi, pengajar memerlukan data-data tentang kemampuan pembaca
dalam hal itu. Untuk mendapatkan data tersebut, misalnya skor, pengajar
memerlukan kegiatan yang disebut pengukuran. Jadi, pengukuran itu merupakan
proses mengukur yang berfungsi sebagai alat evaluasi. Ia berhubungan dengan
data-data kuantitatif saja misalnya berupa skor-skor pembaca. Dari kegiatan
pengukuran ini proses evaluasi dimulai. Data kuantitatif yang didapat dari
pengukuran diubah menjadi pernyataan kualitatif yang berupa penilaian.
Misalnya, skor 40, 60, 80 dari hasil pengukuran dapat dinilai sebagai kurang
mampu, cukup mampu, dan sangat mampu
B. TUJUAN
DAN FUNGSI EVALUASI
Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh
seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. Dengan penilaian, guru akan
mengetahui perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat,
hubungan sosial, sikap dan kepribadian pembaca atau peserta didik.
Evaluasi pendidikan memberikan manfaat baik bagi pembaca/peserta
pendidikan, pengajar maupun manajemen. Dengan adanya evaluasi, peserta didik
dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah digapai selama mengikuti
pendidikan. Pada
kondisi dimana pembaca mendapatkan nilai yang mernuaskan maka akan memberikan
dampak berupa suatu stimulus, motivator agar pembaca dapat lebih meningkatkan
prestasi.
Pada kondisi dimana hasil yang
dicapai tidlak mernuaskan maka pembaca akan berusaha memperbaiki kegiatan
belajar, namun demikian sangat diperlukan pemberian stimulus positif dari
guru/pengajar agar pembaca tidak putus asa. Dari sisi pendidik, hasil evaluasi
dapat digunakan sebagai umpan balik untuk menetapkan upaya upaya meningkatkan
kualitas pendidikan.
Ada beberapa tujuan dan atau fungsi penilaian dalam
pengajaran di sekolah, yaitu:
1. Untuk mengetahui apakah
tujuan-tujuan pengajaran yang telah ditetapkan telah tercapai dalam
kegiatan pembelajaran.
2. Untuk memberikan
objektivitas pengamatan kita terhadap perilaku hasil belajar pembaca.
3. Untuk mengetahu kemampuan pembaca
dalam bidang/topik tertentu.
4. Untuk menentukan kelayakan
pembaca, misalnya naik kelas, lulus.
5. Untuk memberikan umpan
balik bagi kegiatan pembelajaranyang dilakukan.
Evaluasi memiliki beberapa
fungsi yaitu:
1. Fungsi normatif, yaitu
berfungsi untuk perbaikan sistem pembelajaran
2. Fungsi diagnostik, yaitu
untuk mengetahui faktor kesulitan pembaca dala proses pembelajaran
3. Fungsi sumatif, yaitu
berfungsi untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik.
4. Fungsi penempatan
Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah
mempermasalahkan, bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran
yang telah dilakukan. Pengajar harus
mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti
bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan
pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. Tingkat pencapaian kompetensi atau
tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu
dapat dinyatakan dengan nilai.
Dalam konteks pelaksanaan pendidikan, evaluasi
memiliki beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui kemajuan belajar pembaca setelah
mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.
2.
Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran.
3.
Untuk mengetahui kedudukan pembaca dalam kelompoknya.
4.
Untuk memperoleh masukan atau
umpan balik bagi guru dan pembaca dalam rangka perbaikan.
Selain fungsi di atas, penilaian juga dapat
berfungsi sebagai alat seleksi, penempatan, dan diagnostik, guna mengetahui
keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. Penjelasan dari setiap fungsi tersebut adalah:
1.
Fungsi
seleksi. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan
untuk keperluan seleksi, yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidikan/kursus
berdasarkan kriteria tertentu.
2.
Fungsi
Penempatan. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan
untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti
pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya
masing-masing.
3.
Fungsi
Diagnostik. Evaluasi diagnostik berfungsi atau
dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta
didik, menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar,
dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut.
C. PENGERTIAN
DAN TUJUAN MEMBACA
Hakikat
membaca merupakan suatu kegiatan yang bersifat reseptif,dalam proses membaca si
pembaca akan mendapat ide-ide dan informasi yang dituangkan oleh penulis dalam
tulisannya tersebut. Setiap orang mempunyai kemampuan membaca yang
berbeda-beda, tergantung faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Begitu
pula minat baca yang berbeda-beda. Menurut Tarigan, Membaca adalah suatu
proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan
yang disampaikan penulis melalui kata-kata atau bahasa tulis.
Tujuan membaca
menurut Tarigan adalah :
1. Untuk
memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta
2. Untuk
memperoleh ide-ide utama
3. Untuk
mengetahui urutan dan susunan bacaan
4. Untuk
menyimpulkan
5. Untuk
mengelompokkan atau mengklasifikasi
6. Untuk
menilai atau mengevaluasi
7. Untuk
membandingkan atau mempertentangkan
D.
HAKIKAT EVALUASI PEMBELAJARAN MEMBACA
Evaluasi
pembelajaran membaca adalah suatu kegiatan untuk memperoleh informasi tentang
hasil pembelajaran membaca, kemudian mengolah dan menafsirkannya dengan tolok
ukur tertentu.
Jenis Alat
Evaluasi Keterampilan Membaca
Tes
atau evaluasi yang baik tentu saja harus memenuhi syarat-syarat tertentu,
yaitu:
1.
Reliable (terpercaya). Sebuah evaluasi dapat
dikatakan terpercaya atau reliabel jika hasil yang diperoleh pada ujian itu
tetap atau stabil, kapan saja, di mana saja, dan siapa pun yang mengujkan dan
yang menilainya.
2.
Validity ( kesahihan). Sebuah ujian dapat
dikatakan valid apabila penyusunan ujian didasarkan pada analisis yang diteliti
tentang kemampuan berbahasa yang hendak diukur dan jika ada bukti-bukti hasil
penilaian berkolerasi yang tinggi dengan kemampuan pengikut ujian berbahasa.
3.
Practicallity(kepraktisan). Kepraktisan adalah
soal dapat digunakan sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada, meliputi
hemat/ekonomis, mudah melaksanakan dan memeriksanya, dan mudah cara menafsirkan
hasil. (Hidayat, 1994: 9)
Alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur kemampuan membaca dapat
digolongkan menjadi dua bagian. Pertama, tes membaca permulaan yang digunakan
untuk mengukur kemampuan pembaca dalam mengenali dan menyuarakan
lambang-lambang bunyi dengan intonasi yang benar dalam kalimat. Tes ini
bersifat individual dan ditekankan pada kemampuan teknis membaca seperti,
lafal, frasing, kelancaran, perhatian terhadap tanda baca, dan intonansi. Untuk
dapat menilai digunakan teknik nontes misalnya lembar observasi. Alat evaluasi
yang kedua, disebut dengan tes membaca lanjut atau tes memahami bacaan.
Ada
dua jenis yang dapat digunakan dalam pengukuran kemampuan membaca :
a. Tes
pemahaman kalimat
Tes
pemahaman kalimat digunakan untuk pembaca yang belum dapat membaca secara
lancar. Ada dua teknik yang dapat dalam tes pemahaman kalimat yaitu dengan
memberikan gambar atau menyajikan kata. Frase dan pilihan jawaban. Dalam tes
ini biasanya diukur kemampuan pembaca dalam menguasai kosa kata dan tata
bahasa.
b. Tes
Pemahaman
Tes
pemahaman wacana merupakan tes kemampuan membaca yang intergratif atau terpadu.
Dalam tes ini banyak kemampuan yang bisa diukur seperti, struktur, kosa kata,
pemahaman isi bacaan, gagasan, gaya penulisan bacaan, paragraf. Tes ini dapat
diberikan kepada pembaca tingkat keterbacaan yang wacana yang diinginkan
tingkat kesulitan soal. Tingkat keterbacaan yang rendah dapat diberikan pada pembaca
pemula.
Ada dua bentuk
tes pemahaman wacana :
1. Tes pilihan
ganda biasa
Tes
pilihan ganda harus diperhatikan panjangnya wacana yang digunakan biasanya
35-75 kata untuk wacana pendek dan 100 sampai 300 kata untuk wacana panjang.
Butir pertanyaan yang dibuat dapat berkaitan dengan topic wacana, jenis wacana,
judul wacana, informasi wacana, topic paragraf, kalimat topic, jenis paragraf,
kosa kata, dan struktur.
2. Tes rumpang
Adalah tes yang
didalamnya terdapat kata-kata yang dirumpangkan. Pembaca dapat mengisi bagian
yang dihilangkan itu jika memahami seluruh wacana. Penghilangan kata dapat
diatur dengan jarak yang sama atau tidak tetap mengatur jarak kata yang
dirumpangkan.
Nah itu dia posting kali ini dari saya, mohon maaf bila ada kesalahan.
Wassalam...