Jumat, 07 November 2014

CONTOH LAPORAN HASIL OBSERVASI DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013


LAPORAN HASIL OBSERVASI DI SMAN 1 CIPONGKOR DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kurikulum dan Pembelajaran
yang di bimbing oleh Dosen Ronny Mugara
 




Oleh :
    Nama
    NIM
Aris Padli
13210007
Atep Mulyadi
13210121
Yadi Mulyadi
13210544
Dikdik Nursidik
13210038
Neng Novy
13210024
Nina Rahmania
13210006
Yuli Elyanatika
13210531


PROGRAM PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
SILIWANGI BANDUNG
2014


KATA PENGANTAR
Pertama dan yang utama, penulis memanjatkan puji dan sykur kepada Allah SWT. karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah penulis dapat menyelesaikan laporan Observasi ini sesuai  waktu yang telah di tentukan.
 Penulis juga sangat berterima kasih kepada pihak sekolah yang telah mengizinkan kami untuk melakukan observasi ini di sekolah tersebut , khususnya bagi Wakasek Kurikulum dan siswa yang kami observasi, karena atas kerja sama yang baik saya bisa mengerjakan laporan ini. Tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada pihak terkait dan anggota kelompok observasi yang ikut melaksanakan tugas observasi, mudah-mudahan tugas serta laporan observasi ini dapat memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan khusus bagi penyusun umum bagi pembaca.
Laporan ini disusun dalam  rangka memenuhi salah satu  tugas mata kuliah Kurikulum dan Pembelajaran. Observasi ini dilaksanakan pada tanggal 20 Seftember 2014 yang  dilakukan di SMAN 1CIPONGKOR Jl. PLTA SAGULING desa Sarinagen kecmatan Cipongkor kabupaten Bandung Barat.
Tiada gading yang tak retak. Dari peribahasa itu, penulis menyadari laporan ini bukanlah karya yang sempurna karena memiliki banyak kekurangan baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik penulisan. Oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan  kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata, semoga laporan ini bisa memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca.

Bandung, Oktober 2014

Penyusun                    





BAB 1
PENDAHULUAN
1.             Latar Belakang
MENURUT Undang-Undang Sistem pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa “ Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang di gunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran unrtuk mencapai tujuan tujuan pendidikan tertentu. Proses Pendidikan dalam kegiatan pembelajaran atau dalam kelas, akan bisa berjalan dengan lancar, kondusif, interaktif, dan lain sebagainya apabila pendidikan bisa di jalankan dengan baik ketika kurikuum menjadi penyangga utama dalam proses belajar mengajar. Kurikulum mengandung sekian banyak unsur konstruktif supaya pembelajaran berjalan secara optimal. Sejumlah pakar kurikulum berpendapat bahwa jantung pendidikan beradapada kurikulum. Baik dan buruknya pendidikan di hasilkan oleh penerapan krikulum apakah mampu membangun kesadaran kritis terhadap peserta didik atau tidak. Dengan demikian kurikulum memegang peranan penting dalam keberhasilan sebuah pendidikan bagi peserta didik.
Guru merupakan pendidik profesional yang mana ia telah merelakan dirinya untuk memikul sebagian pendidikan dipundak orang tua.  Para orang tua tatkala menyerahkan anaknya kesekolah tentunya berharap anaknya mendapatkan pendidikan yang berkualitas dari guru. Oleh karena itu seorang guru harus menjadikan dirinya sebagai guru yang berkualitas salah satunya dengan memahami kurikulum yang sedang berjalan saat ini yaitu kurikulum 2013.
Sebagai calaon pendidik yaitu mahasiswa yang mengambil fakultas pendidikan dan keguruan di harapakan pula memahami kurikulum 2013 agar nantinya bisa menjadi seorang guru yang baik, berkompetensi dan berkualitas dan juga harus meahami tentang pergantian kurikulum.
2.             Rumusan masalah
1.      Apa kurikulum yang berlaku di SMA Negeri 1 Cipongkor ?
2.      Bagaimana implementasi kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor ?
3.      Apasajakah kendala dalam penerapan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor?
4.      Apa berbedaan yang mendasar antara kurikulum 2013 dengan KTSP ?
5.      Bagaimana proses evaluasi peserta didik dalam kurikulum 2013 ?
3.             Tujuan
1.      Menyelesaikan tugas mata kuliah kurikulum dan pembelajaran tenteang penerapan kurikulum 2013.
2.      Mengetahui implementasi Kurikulum 2013.
3.      Mengetahui perbedaan yang mendasar antara Kurikulum 2013 dengan KTSP.
4.             Manfaat
1.      Bagi Penulis
a.       Menjadikan penulis paham dengan unsur-unsur yang ada dlam kurikulum.
b.      Melatih penulis dalam observasi dan membuat laporan.
2.      Bagi Pembaca
a.       Memahami tentang unsur-unsur yang ada dalam kurikulum.
5.             Metode Observasi
Metode Observasi yang digunakan adalah sebagai berikut :
1.      Wawancara
Metode wawancara ini di lakukan dengan cara tanya jawab langsung dengan narasumber  yang terkait yaitu Wakasek Kurikulum, Siswa serta guru bahasa Indonesia yang menjalankan kurikulum 2013.
2.      Observasi
Metode Observasi di lakukan dengan cara mengamati kondisi fisik dan juga proses kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 1 Cipongkor sepeti mengamati keadaan teknologi yang di pakai serta sarana prasarana yang ada.
6.             Waktu dan Tempat
Observasi ini dilaksanakan pada tanggal 20 Seftember 2014  pukul 08.00 yang  dilakukan di SMAN 1CIPONGKOR Jl. PLTA SAGULING desa Sarinagen kecmatan Cipongkor kabupaten Bandung Barat.
7.             Topik Observasi
Penerapan Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor.




BAB 2
PEMBAHASAN
1.             Profil Sekolah dan Narasumber

1.1.       Profil Sekolah
Ø   Nama                                            : Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Cipongkor
Ø   Status                                           : Negeri
Ø   NSS                                              : 20227869
Ø   Alamat                                         : Jl. PLTA SAGULING desa Sarinagen kecmatan Cipongkorkabupaten Bandung Barat.
Ø   Jumlah Tenaga Pendidik              : 22
Ø   Jumlah Tenaga kependidikan       : 7

1.1.       Profil Narasumber
Ø   Nama                                            : Iman Budiman M.Pd.
Ø   Profesi                                          : Wakasek Kurikulum, Guru Bhs. Indonesia
Ø   NIP                                              : 197909092006041011
Ø   Alamat                                         : Kp. Cisatong Rt. 01/02 Desa karang sari kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat.

2.             Pengertian Kurikulum
Istilah kurikulum (curriculum) berasal dari kata curir (pelari) dan curere (tempat berpacu), dan pada awalnya di gunakan dalam dunia olah raga. Pada saat itu kurikulum di artikan sebagai jarak yang harus di tempuh oleh seorang pelari dari star sampai finish untuk memperoleh mendali atau penghargaan. Kemudian, pengertian tersebut di terapkan dalam dunia pendidikan menjdi sejumlah mata pelajaran (subject) yang harus di tempuh oelh seorang siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk ijazah.
Kemudian istilah kurikulum digunakan di dalam dunia pendidikan dan ditulis dalam kamus Webster tahun 1955 dan diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran atau kuliah di sekolah atau perguruan tinggi yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat, juga keseluruhan pelajaran yang disajikan oleh suatu lembaga pendidikan (Nasution, 2005: 1).
Banyak terjadi perdebatan terkait pengertian kurikulum. Dalam pengertian di atas kurikulum lebih diartikan sebagai terkait mata pelajaran dikelas saja. Namun Binti Ma’unah dengan merujuk pada pendapat J.G. Taylor dan William H. Alexander berpendapat bahwa kurikulum adalah semua pengalaman belajar atau pengalaman pendidikan bagi siswa (Ma’unah, 2005: 2).
Tanpa mengesampingkan perdebatan-perdebatan tersebut, pemerintah RI dalam UUSPN menyebutkan bahwa:
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan isi pelajaran, bahan kajian, dan cara penyampaian serta penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman  penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar.
Memasuki bulan ke 6 tahun 2013, Kurikulum 2013 belum di laksanakan dalam pendidikan di Indonesia. Hal ini memang karena penerapapan memang memerlukan beberapa tahapan untuk menerapkankurikulum 2013 tersebut.
Pengembangan Kurikulum 2013 dilakukan dalam empat tahap. Pertama, penyusunan kurikulum di lingkungan internal Kemdikbud dengan melibatkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi pendidikan. Kedua, pemaparan desain Kurikulum 2013 di depan Wakil Presiden selaku Ketua Komite Pendidikan yang telah dilaksanakan pada 13 November 2012 serta di depan Komisi X DPR RI pada 22 November 2012. Ketiga, pelaksanaan uji publik guna mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu cara yang ditempuh selain melalui saluran daring (on-line) pada laman http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id , juga melalui media massa cetak. Tahap keempat, dilakukan penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013.
Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.
Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, danbudaya.
Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.
Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik Kurikulum 2013, yang diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari masyarakat.

3.             Hasil Observasi

3.1.       Kurikulum Yang Berlaku di SMA Negeri 1 Cipongkor
Kurikulum 2013 merupakan suatu kurikulum yang berkualitas bagi pendidikan bangsa dibentuk untuk mempersiapkan lahirnya generasi emas bangsa Indonesia,dengan sistem dimana siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).
Ditahun ajaran 2014-2015 SMA Negeri 1 Cipongkor sudah menggunakan kurikulum 2013 yang hanya di terapkan pada kelas X dan XI saja untuk setiap mata pelajaran tak terkecuali, sedangkan kelas XII masih menggunakan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP), dan itu bukan pilihan dari pihak sekolah tetapi merupakan ketetapan dari pemerintah. Pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2013-2014 Kabupaten Banadung Barat telah menerapkan kurikulum 2013 di lima sekolah sebagai model penerapan, tetapi pada tahun ajaran 2014-2015 semua sokolah harus menerapkan kurikulum 2013.
Kurikulum 2013 harus di terapkan tidak hanya dikelas X saja tetapi juga harus di terapkan di kelas XI inilah yang menjadi salah satu kendala penerapan kurikulum 2013 karena terdapat banyak perbedaan antara KTSP dengan kurikulum 2013 sehingga kelas XI harus mengejar materi kurikulum 2013 dikelas X. Untuk mengatasi kendala itu SMA Negeri 1 Cipongkor melaksanakan martikulasi khusus bagi kelas XI sebagai waktu tambahan belajar untuk mengejar materi kurikulum 2013 dikelas X.

3.2.       Implementasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor
Penerapan kurikulum 2013 mendapatkan respon positif dari guru-guru yang ada di SMA Negeri 1 Cipongkor apalagi setelah mengikuti Bimtek yang bisa menambah wawasan guru bahwa proses pembelajaran itu tidak hanya metode ceramah saja. Tetapi hanya sebagian kecil saja dari siswa yang menganggap bahwa kurikulum 2013 itu merupakan kurikulum yang tepat dan menyenangkan.
Dalam implementasi kurikulum 2013 tentunya guru harus terlebih dulu mempelajari dan memahami benar materi dan esensi kurikulum 2013 sebelum menerapkannya kepada peserta didik. Untuk itu pihak sekolah menugaskan tiga orang guru bidang studi SMA Negeri 1 Cipongkor yaitu sejarah, matematika, dan PJOK mengikuti bimtek yang merupakan program dari Dinas Pendidikan Provinsi sedangkan guru bidang studi yang lain belum melakukan bimtek tetapi dalam waktu dekat semua guru akan malaksanakan bimtek. Selain melaksanakan bimtek SMA Negeri 1 Cipongkor berinisiatif untuk melakukan pembinaan di sekolah dengan mengundang sekolah-sekolah swasta yang ada dengan mendatangkan narasumber dari Dinas pendidikan tentang penerapan kurikulum 2013. Materi yang dibahas dan di jelaskan pada saat itupun baru seputar cara pembuatan RPP di kurikulum 2013 sedangkan Silabus tidak di bahas karena akan di sediakan oleh pemerintah belum mencakup keseluruhan kurikulum 2013.

3.3.       Evaluasi siswa dalam Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor
Dalam proses penilaian di SMA Negeri 1 Cipongkor, guru lebih mengedepankan penilaian pada saat proses belajar siswa, adapun UTS dan UAS tetap menjadi bahan pertimbangan penilaian tetapi persentasenya lebih kecil yaitu sekitar 40% saja dan 60% dari peniaian proses belajar, selain itu juga untuk pembuatan soal UTS guru di tekankan untuk membaut soal yang berbentuk uraian bukan pilihan ganda, gunanya supaya siswa mempu memecahkan masalah dengan solusi sendiri. Jadi sebagian besar nilai akhir atau raport itu di dapatkan dari nilai proses atau nilai keaktifan siswa dikelas.
3.4.       Kendala Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor
Kendala yang di temukan di SMA Negeri 1 Cipongkor diantaraanya adalah kebanyakan siswa masih terbiasa dengan metode belajar ceramah sehingga ketika guru memberi kesempatan buat siswa untuk mencari gagasan, ide, dan pendapat sendiri sesalu agak sulit karena kebiasaan mereka hanya menyimak dan mendengarkan saja. Apalagi ketika siswa masuk SMA tidak memiliki dasar yang cukup dalam berbagai pelajaran.
Selain siswa, guru juga masih senang menggunakan metode ceramah dibanding dengan metode-metode lain. Oleh karena itu setelah beres UTS pihak sekolah berinisiatif mengadakan bimtek di sekolah khusus tentang cara-cara mengajar dikelas dengan sistem kurikulum 2013 dan pada semester dua akan mendatangkan narasumber yang berkaitan dengan cara penilaian dalam kurikulum 2013.
Kendala juga dapat di temukan dari datangnya buku yang tidak tepat waktu bahkan ada beberapa mata pelajaran yang belum di berikan buku oleh pemerintah yang sudah datang juga di berikan pada pertengahan seftember padahal proses pembelajaran sudah dimulai dari awal agustus.
Selanjutnya kendala yang di temukan juga terdapat pada penerapan kurikulum 2013 di kelas XI yang juga haru mengejar Kurikulum 2013 di kelas X karena kurikulum yang mereka gunakan di kelas X dulu masih menggunakan KTSP yang kontennya jauh berbeda dengan Kurikulum 2013 sehingga membuat kelas XI ketinggalan materi kurikulum 2013 di kelas X.

4.             Perbedaan Kurikulum 2013 dengan KTSP
Perbedaan yang mendasar antara kurikulum 2013 dengan KTSP terdapat pada proses pembelajaran. Dalam kurikulum 2013 guru harus lebih memberikan kesempatan pada siswa supaya lebih menelaah, berinteraksi, menganalisis, menalar  materi yang di berikan oleh guru dan di upayakan mereka mampu untuk menciptakan karya sendiri. Seperti dalam pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia pada pembuatan karya contohnya pemebelajaran puisi siswa harus lebih di fokuskan pada pembuatan karya puisi bukan analisis puisi yang sifatnya teoritik, karena kadang-kadang soerang siswa memiliki bakat yang mungkin tidak di ketahui oleh pihak sekolah. Intinya dalam kurikulum 2013 tujuan pembelajaran lebih menitikberatkan pada faktor psikomotor apalagi dalam dalam pembelajaran bahasa dan sastra indonesia.
Jika dilihat dari tingkat kesulitan antara KTSP dengan Kurikulum 2013 untuk saat ini bisa di katakan bahwa Kurikulum 2013 lebih sulit di bandingkan denagn KTSP karena Kurikulum 2013 masih dalam tahap perencanaan dan permulaan sehingga belum bisa menyelesaikan sepenuhnya kendala-kendala yang ada dalam Kurikulum 2013 tetapi itulah yang membuat siswa dan guru untuk lebih tertantang dengan Kurikulum 2013 dan menerapkannya dalam proses pembelajaran.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum   operasional  pendidikan  yang disusun oleh  dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan  oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) danStandar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan.  Secara khusus diterapkannya KTSP adalah untuk :
a.              Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam menge,bangkan kurikulum, mengelola, dan memberdayakan sumber daya yang tersedia;
b.             Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputuasan bersama;
c.              Meningkatkan kompetensi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.

Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL.
Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus  pembelajaran  yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan  tertentu.  
Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat:
·         kerangka dasar dan struktur kurikulum,
·         beban belajar,
kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan.
SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah. Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP selain melibatkan guru dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi setempat. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi dan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Sedangkan kurikulum terbaru saat ini yang digunakan di Indonesia yaitu Kurikulum Tahun 2013, di mana kurikulum ini lebih mirip dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Model kurikulum berbasis kompetensi ini ditandai oleh pengembangan kompetensi berupa sikap, pengetahuan, keterampilan berpikir, dan keterampilan psikomotorik yang dikemas dalam berbagai mata pelajaran. Walaupun hampir mirip dengan model Kurikulum Berbasis Kompetensi, akan tetapi masih ada juga perbedaan-perbedaannya. Kurikulum dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Di dalam kurikulum ini memandang bahwa setiap peserta didik itu memiliki potensinya masing-masing yang perlu digali dan dikembangkan, sehingga kelak potensinya tersebut dapat bermanfaat di dalam kehidupan si peserta didik nantinya dalam bermasyarakat. Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa setiap peserta didik berada pada posisi sentral dan aktif dalam belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa guru hanya sebagai fasilitator saja. Peran peserta didik di dalam kegiatan pembelajaran itu lebih diutamakan, sehingga potensi-potensi yang ada di dalam diri peserta didik menjadi lebih tersalurkan dan dapat berkembang. Penyelenggaraan pendidikan seperti yang disampaikan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa di masa depan.
Berikut adalah perbedaan KTSP dengan Kurikulum 2013.

KTSP 2006:

·         Pada KTSP, sekolah diberikan keleluasaan untuk mendelegasikan seluruh isi kurikulum melihat karakter, dan potensi lokal, KTSP tetap menekankan kompetensi akan tetapi lebih dikerucutkan lagi dalam operasional dan implementasinya di sekolah.
·         Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi
·         Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran
·         Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk Pengetahuan
·         Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran
·         Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah
·         Pengembangan kurikulum sampai pada komptensi dasar
·         Tematik Kelas I-III (mengacu mapel)

Kurikulum 2013:

·         Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan masyarakat
·         Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan
·         Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan
·         Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai
·         Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)
·         Pengembangan kurikulum sampai pada buku teks dan buku pedoman guru
·         Tematik integratif Kelas I-VI (mengacu kompetensi)

5.             Keterkaitan Kurikulum 2013 dengan KTSP
Sebenanya Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari KTSP. Ketika seseorang mengatakan bahwa mempelajari kurikulum 2013 itu sulit, berarti dia belum memahami KTSP tetapi apabila KTSP sudah di pahami oleh seseorang makan kurikulum 2013 akan mudah untuk di pahami dan di terapkan dalam proses pembelajaran. Kurikulum 2013 dengan KTSP memiliki konsep yang tidak jauh berbeda, namun dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013 lebih memberi kesempatan yang luas kepada siswa untuk meningkatkan kreatifitas. Meskipun seperti itu bukan berarti guru hanya diam saja tetapi sorang guru harus mampu mengawasi dan mengarahkan siswa untuk lebih kreatif dan inovatif.

6.             Daftar Pertanyaan yang di Ajukan Kepada Wakasek Kurikulum
NO
Daftar Pertanyaan
Jawaban
1
Kurikulum apa yang di terapkan di SMA Negeri 1 Cipongkor ini pak ?
Di tahun ajaran 2014-2015 SMA Negeri 1 Cipongkor ini memang telah melaksanakan kurikulum 2013 untuk kelas X dan XI sedangkan untuk kelas XII masih menggunakan KTSP karena memang itu merupakan program dari pemerintahnya seperti itu.
2
Untuk wilayah Cipongkor ini pak, apakah sudah semua sekolah sudah menerapkan Kurikulum 2013 atau beberapa saja ? atau hanya sekolah yang dintentukan pemerintah saja ?
Kalo yang saya tahu semua sekolah sudah menerapkan kurikulum  2013. Dinas pendidikan juga sudah memerintahkan semua sekolah baik negeri atau swasta sudah harus menerapkan kurikulum 2013.
3
Apakah ada perbedaan dalam penugasan guru dalam mengajar antara kurikulum 2013 dengan KTSP ?
Dalam kurikulum 2013 guru lebih mengarahkan dan membimbing. Sedangkan dalam KTSP guru pada umumnya menggunakan metode yang sifatnya teoritik.
4
Dalam implementasi Kurikulum 2013 apakah guru-guru di SMA Negeri 1 Cipongkor ini telah melakukan pelatihan atau belum ?
Untuk pelatihan, sudah ada tiga guru yang mengikuti pelatihan itupun karena program dari provinsi yaitu sejarah, matematika, dan PJOK. Sisanya belum tetapi sedang ada proses, katanya semua guru akan melakukan Bimtek. Tetapi SMA Negeri 1 Cipongkor berinisiatif untuk melakukan pembinaan di sekolah dengan mengundang sekolah-sekolah swasta yang ada dengan mendatangkan narasumber dari Dinas pendidikan.
5
Apakah dalam Kurikulum 2013 RRP dan Silabus itu masih masih di wajibkan pak ?
Kalo RRP masih harus di buat oleh guru, tetapi Silabus sudah di sediakan oleh pemerintah.
6
Terus apa perbedaan yang mendasar antara Kurikulum 2013 dengan KTSP ?
Kalo menurut saya Perbedaan yang mendasar antara kurikulum 2013 dengan KTSP terdapat pada proses pembelajaran. Dalam kurikulum 2013 guru harus lebih memberikan kesempatan pada siswa supaya lebih menelaah, berinteraksi, menganalisis, menalar  materi yang di berikan oleh guru dan di upayakan mereka mampu untuk menciptakan karya sendiri.
7
Kalo kaitan antara Kurikulum 2013 dengan KTSP pak ?
Kalo bagi saya sih Kurikulum 2013 itu merupakan penyempurnaan dari KTSP sebetulnya, cuman bedanya hanya dalam proses belejar mengajarnya saja.
8
Kalo dari tingkatkesulitannya pak, apakah lebih sulit Kurikulum 2013 atau KTSP ?
Jika dilihat dari tingkat kesulitan antara KTSP dengan Kurikulum 2013 untuk saat ini bisa di katakan bahwa Kurikulum 2013 lebih sulit di bandingkan denagn KTSP karena Kurikulum 2013 masih dalam tahap perencanaan dan permulaan sehingga belum bisa menyelesaikan sepenuhnya kendala-kendala yang ada dalam Kurikulum 2013.
9
Apa kendala yang di temukan dari di terapkannya Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor ini pak ?
Salah satu kendala yang di temukan yaitu guru juga masih senang menggunakan metode ceramah dibanding dengan metode-metode lain. Oleh karena itu setelah beres UTS pihak sekolah berinisiatif mengadakan bimtek di sekolah khusus tentang cara-cara mengajar dikelas dengan sistem kurikulum 2013 dan pada semester dua akan mendatangkan narasumber yang berkaitan dengan cara penilaian dalam kurikulum 2013.
10
Bagaimana proses evaluasi siswa dalam kurikulum 2013 ?
Dalam mengevaluasi siswa, saya salaku Wakasek Kurikulum menekankan kepada guru bahwa nilai proses ada yang harus tinggi. Nilai proses itu adalah nilai keaktifam siswa pada saat belajardi kelas. UTS dan UAS tetap jadi pertimbangan penilaina cuman persentasenya kecil yaitu 20-40% dan sisanya adalah nilai proses pembelajaran.
11
Bagaimana respon guru dan siswa terhadap kurikulum 2013 ?
Penerapan kurikulum 2013 mendapatkan respon positif dari guru-guru yang ada di SMA Negeri 1 Cipongkor apalagi setelah mengikuti Bimtek yang bisa menambah wawasan guru bahwa proses pembelajaran itu tidak hanya metode ceramah saja. Tetapi hanya sebagian kecil saja dari siswa yang menganggap bahwa kurikulum 2013 itu merupakan kurikulum yang tepat dan menyenangkan.

12
Mungkin bisa di jelaskan pak kelebihan dan kelemahan kurikulum 2013 ?
Kelebihannya mungkin memberikan banyak kesempatan pada siswa supaya lebih menelaah, berinteraksi, menganalisis, menalar  materi yang di berikan oleh guru dan di upayakan mereka mampu untuk menciptakan karya sendiri. Kemudian dalam kurikulum 2013 siswa di lebih dibantu dalam sarana dan prasarana seperti buku. Tapi kalo kelemahannya mungkin terdapat pada proses penerapan yang memerlukan waktu serta usaha ekstra bagi para guru yang akan menjalankannya.
13
Apasajakah sarana atau prasarana yang dapat memberikan kelancaran dalam penerapak kurikulum 2013 ?
Kalo di SMA Negeri 1 Cipongkor kami telah mendapatkan buku dari pemerintah baik buku guru maupun buku siswa tetapi ada beberapa mata pelajaran yang belum mendapatkan buku termasuk mata pelajaran bahasa Indonesia. Dan kedepan katanya akan di berikan satu LCD untuk tiap rombel tetapi kami baru mendapatkan lima LCD.
14
Apakah ada pak pelajaran yang di hilangkan dalam kurikulum 2013 ?
Yang di hilangkan itu TIK. Tetapi sebagai gantinya kami membuat pelatihan atau kursus komputer bagi siswa.











BAB 3
PENUTUP
1.             Kesimpulan
SMA Negeri 1 Cipongkor adalah sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013 yaitu sejak tahun ajaran 2014-2015 di kelas X dan XI saja untuk setiap mata pelajaran tak terkecuali, sedangkan kelas XII masih menggunakan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP), dan itu bukan pilihan dari pihak sekolah tetapi merupakan ketetapan dari pemerintah. Meskipun terdapat beberapa kendala, tetapi SMA Negeri 1 Cipongkor tetap menjalankan kurikulum 2013 sesuai dengan aturan yang telah di tetapkan oleh pemerintah

2.             Kritik Dan Saran
Sebagai manusia serba kekurangan penyusun mengucapkan permohonan maaf bila dalam tulisan ini banyak kesalahan. Namun sedikit banyaknya mudah-mudahan tulisan ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi kaum mahasiswa. Untuk penyempurnaan tulisan ini kami harap kritik dan saran. Terima kasih.

3.             Daftar Pustaka



Academia.edu. 2013. Membaca online. Tersedia : http://www.academia.edu/6338845/Perbedaan_Kurikulum_2013_Dengan_KTSP





Lampian


Foto bersama Wakasek kurikulum SMAN 1 CIPONGKOR




   Proses wawncara Kelas XI IPA 





Bersama Kelas XI IPA Kurtilas




10 komentar: