LAPORAN HASIL OBSERVASI
DI SMAN 1 CIPONGKOR DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013
Disusun untuk memenuhi
salah satu tugas mata kuliah Kurikulum dan Pembelajaran
yang
di bimbing oleh Dosen Ronny Mugara
Oleh :
Nama
|
NIM
|
Aris Padli
|
13210007
|
Atep Mulyadi
|
13210121
|
Yadi Mulyadi
|
13210544
|
Dikdik Nursidik
|
13210038
|
Neng Novy
|
13210024
|
Nina Rahmania
|
13210006
|
Yuli Elyanatika
|
13210531
|
PROGRAM PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
SILIWANGI BANDUNG
2014
KATA PENGANTAR
Pertama
dan yang utama, penulis memanjatkan puji dan sykur kepada Allah SWT.
karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah penulis dapat menyelesaikan laporan
Observasi ini sesuai waktu yang telah di tentukan.
Penulis
juga sangat berterima kasih kepada pihak sekolah yang telah mengizinkan kami
untuk melakukan observasi ini di sekolah tersebut , khususnya bagi Wakasek
Kurikulum dan siswa yang kami observasi, karena atas kerja sama yang baik saya bisa
mengerjakan laporan ini. Tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada pihak
terkait dan anggota kelompok observasi yang ikut melaksanakan tugas observasi,
mudah-mudahan tugas serta laporan observasi ini dapat memberikan wawasan dan
ilmu pengetahuan khusus bagi penyusun umum bagi pembaca.
Laporan
ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Kurikulum dan Pembelajaran. Observasi ini dilaksanakan pada
tanggal 20 Seftember 2014 yang dilakukan di SMAN 1CIPONGKOR Jl. PLTA SAGULING
desa Sarinagen kecmatan Cipongkor kabupaten Bandung Barat.
Tiada
gading yang tak retak. Dari peribahasa itu, penulis menyadari laporan ini
bukanlah karya yang sempurna karena memiliki banyak kekurangan baik dalam hal
isi maupun sistematika dan teknik penulisan. Oleh sebab itu penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan
laporan ini. Akhir kata, semoga laporan ini bisa memberikan manfaat bagi
penulis dan pembaca.
Bandung,
Oktober 2014
Penyusun
BAB 1
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
MENURUT Undang-Undang
Sistem pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa “ Kurikulum
adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang di gunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
pembelajaran unrtuk mencapai tujuan tujuan pendidikan tertentu. Proses
Pendidikan dalam kegiatan pembelajaran atau dalam kelas, akan bisa berjalan
dengan lancar, kondusif, interaktif, dan lain sebagainya apabila pendidikan
bisa di jalankan dengan baik ketika kurikuum menjadi penyangga utama dalam
proses belajar mengajar. Kurikulum mengandung sekian banyak unsur konstruktif
supaya pembelajaran berjalan secara optimal. Sejumlah pakar kurikulum
berpendapat bahwa jantung pendidikan beradapada kurikulum. Baik dan buruknya
pendidikan di hasilkan oleh penerapan krikulum apakah mampu membangun kesadaran
kritis terhadap peserta didik atau tidak. Dengan demikian kurikulum memegang
peranan penting dalam keberhasilan sebuah pendidikan bagi peserta didik.
Guru merupakan pendidik profesional
yang mana ia telah merelakan dirinya untuk memikul sebagian pendidikan dipundak
orang tua. Para orang tua tatkala
menyerahkan anaknya kesekolah tentunya berharap anaknya mendapatkan pendidikan
yang berkualitas dari guru. Oleh karena itu seorang guru harus menjadikan
dirinya sebagai guru yang berkualitas salah satunya dengan memahami kurikulum
yang sedang berjalan saat ini yaitu kurikulum 2013.
Sebagai calaon pendidik
yaitu mahasiswa yang mengambil fakultas pendidikan dan keguruan di harapakan pula
memahami kurikulum 2013 agar nantinya bisa menjadi seorang guru yang baik,
berkompetensi dan berkualitas dan juga harus meahami tentang pergantian
kurikulum.
2.
Rumusan
masalah
1.
Apa kurikulum yang
berlaku di SMA Negeri 1 Cipongkor ?
2.
Bagaimana implementasi kurikulum
2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor ?
3.
Apasajakah kendala dalam
penerapan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor?
4.
Apa berbedaan yang
mendasar antara kurikulum 2013 dengan KTSP ?
5.
Bagaimana proses evaluasi
peserta didik dalam kurikulum 2013 ?
3.
Tujuan
1.
Menyelesaikan tugas mata
kuliah kurikulum dan pembelajaran tenteang penerapan kurikulum 2013.
2.
Mengetahui implementasi
Kurikulum 2013.
3.
Mengetahui perbedaan yang
mendasar antara Kurikulum 2013 dengan KTSP.
4.
Manfaat
1.
Bagi Penulis
a.
Menjadikan penulis paham
dengan unsur-unsur yang ada dlam kurikulum.
b.
Melatih penulis dalam
observasi dan membuat laporan.
2.
Bagi Pembaca
a.
Memahami tentang
unsur-unsur yang ada dalam kurikulum.
5.
Metode
Observasi
Metode Observasi yang digunakan adalah
sebagai berikut :
1.
Wawancara
Metode wawancara ini di lakukan dengan
cara tanya jawab langsung dengan narasumber
yang terkait yaitu Wakasek Kurikulum, Siswa serta guru bahasa Indonesia
yang menjalankan kurikulum 2013.
2.
Observasi
Metode Observasi di lakukan dengan cara
mengamati kondisi fisik dan juga proses kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri
1 Cipongkor sepeti mengamati keadaan teknologi yang di pakai serta sarana
prasarana yang ada.
6.
Waktu dan
Tempat
Observasi ini dilaksanakan pada
tanggal 20 Seftember 2014 pukul
08.00 yang dilakukan di SMAN 1CIPONGKOR
Jl. PLTA SAGULING desa Sarinagen kecmatan Cipongkor kabupaten Bandung Barat.
7.
Topik Observasi
Penerapan
Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor.
BAB
2
PEMBAHASAN
1.
Profil Sekolah
dan Narasumber
1.1.
Profil Sekolah
Ø
Nama : Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Cipongkor
Ø
Status :
Negeri
Ø
NSS : 20227869
Ø
Alamat : Jl. PLTA SAGULING desa Sarinagen kecmatan
Cipongkorkabupaten Bandung Barat.
Ø
Jumlah Tenaga Pendidik :
22
Ø
Jumlah Tenaga
kependidikan : 7
1.1.
Profil
Narasumber
Ø
Nama :
Iman Budiman M.Pd.
Ø
Profesi :
Wakasek Kurikulum, Guru Bhs. Indonesia
Ø
NIP :
197909092006041011
Ø
Alamat : Kp.
Cisatong Rt. 01/02 Desa karang sari kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung
Barat.
2.
Pengertian
Kurikulum
Istilah kurikulum (curriculum) berasal dari kata curir (pelari)
dan curere (tempat berpacu), dan pada awalnya di gunakan dalam dunia olah raga.
Pada saat itu kurikulum di artikan sebagai jarak yang harus di tempuh oleh
seorang pelari dari star sampai finish untuk memperoleh mendali atau
penghargaan. Kemudian, pengertian tersebut di terapkan dalam dunia pendidikan
menjdi sejumlah mata pelajaran (subject) yang harus di tempuh oelh seorang
siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaan
dalam bentuk ijazah.
Kemudian
istilah kurikulum digunakan di dalam dunia pendidikan dan
ditulis dalam kamus Webster tahun 1955 dan diartikan sebagai sejumlah mata
pelajaran atau kuliah di sekolah atau perguruan tinggi yang harus ditempuh
untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat, juga keseluruhan pelajaran yang
disajikan oleh suatu lembaga pendidikan (Nasution, 2005: 1).
Banyak terjadi
perdebatan terkait pengertian kurikulum. Dalam pengertian di atas
kurikulum lebih diartikan sebagai terkait mata pelajaran dikelas saja.
Namun Binti Ma’unah dengan merujuk pada pendapat J.G. Taylor dan William H.
Alexander berpendapat bahwa kurikulum adalah semua pengalaman belajar atau
pengalaman pendidikan bagi siswa (Ma’unah, 2005: 2).
Tanpa
mengesampingkan perdebatan-perdebatan tersebut, pemerintah RI dalam UUSPN
menyebutkan bahwa:
Kurikulum
adalah seperangkat rencana dan pengaturan isi pelajaran, bahan kajian, dan cara
penyampaian serta penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar.
Memasuki bulan ke 6 tahun 2013, Kurikulum 2013 belum di laksanakan dalam pendidikan di Indonesia. Hal ini
memang karena penerapapan memang memerlukan beberapa tahapan untuk menerapkankurikulum 2013 tersebut.
Pengembangan Kurikulum 2013 dilakukan dalam empat tahap. Pertama,
penyusunan kurikulum di lingkungan internal Kemdikbud dengan melibatkan
sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi pendidikan. Kedua,
pemaparan desain Kurikulum 2013 di depan Wakil Presiden selaku Ketua Komite
Pendidikan yang telah dilaksanakan pada 13 November 2012 serta di depan Komisi
X DPR RI pada 22 November 2012. Ketiga, pelaksanaan uji publik guna mendapatkan
tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu cara yang ditempuh selain
melalui saluran daring (on-line) pada laman http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id , juga melalui media massa cetak. Tahap keempat, dilakukan penyempurnaan untuk selanjutnya
ditetapkan menjadi Kurikulum 2013.
Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum
2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa
depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa
depan.
Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan
mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka
ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan
kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, danbudaya.
Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap,
ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif,
inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam
menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan
yang lebih baik.
Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi
(KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana
kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah
disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik Kurikulum 2013, yang
diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari masyarakat.
3.
Hasil
Observasi
3.1.
Kurikulum Yang
Berlaku di SMA Negeri 1 Cipongkor
Kurikulum 2013 merupakan suatu kurikulum yang berkualitas bagi pendidikan bangsa
dibentuk untuk mempersiapkan lahirnya generasi emas bangsa Indonesia,dengan sistem dimana siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar
(KBM).
Ditahun ajaran 2014-2015
SMA Negeri 1 Cipongkor sudah menggunakan kurikulum 2013 yang hanya di terapkan
pada kelas X dan XI saja untuk setiap mata pelajaran tak terkecuali, sedangkan
kelas XII masih menggunakan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP), dan itu
bukan pilihan dari pihak sekolah tetapi merupakan ketetapan dari pemerintah.
Pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2013-2014 Kabupaten Banadung Barat telah
menerapkan kurikulum 2013 di lima sekolah sebagai model penerapan, tetapi pada
tahun ajaran 2014-2015 semua sokolah harus menerapkan kurikulum 2013.
Kurikulum 2013
harus di terapkan tidak hanya dikelas X saja tetapi juga harus di terapkan di
kelas XI inilah yang menjadi salah satu kendala penerapan kurikulum 2013 karena
terdapat banyak perbedaan antara KTSP dengan kurikulum 2013 sehingga kelas XI
harus mengejar materi kurikulum 2013 dikelas X. Untuk mengatasi kendala itu SMA
Negeri 1 Cipongkor melaksanakan martikulasi khusus bagi kelas XI sebagai waktu
tambahan belajar untuk mengejar materi kurikulum 2013 dikelas X.
3.2.
Implementasi
Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor
Penerapan
kurikulum 2013 mendapatkan respon positif dari guru-guru yang ada di SMA Negeri
1 Cipongkor apalagi setelah mengikuti Bimtek yang bisa menambah wawasan guru
bahwa proses pembelajaran itu tidak hanya metode ceramah saja. Tetapi hanya
sebagian kecil saja dari siswa yang menganggap bahwa kurikulum 2013 itu
merupakan kurikulum yang tepat dan menyenangkan.
Dalam
implementasi kurikulum 2013 tentunya guru harus terlebih dulu mempelajari
dan memahami benar materi dan esensi kurikulum 2013 sebelum menerapkannya
kepada peserta didik. Untuk itu pihak sekolah menugaskan tiga orang guru bidang
studi SMA Negeri 1 Cipongkor yaitu sejarah, matematika, dan PJOK mengikuti
bimtek yang merupakan program dari Dinas Pendidikan Provinsi sedangkan guru
bidang studi yang lain belum melakukan bimtek tetapi dalam waktu dekat semua
guru akan malaksanakan bimtek. Selain melaksanakan bimtek SMA Negeri 1
Cipongkor berinisiatif untuk melakukan pembinaan di sekolah dengan mengundang
sekolah-sekolah swasta yang ada dengan mendatangkan narasumber dari Dinas
pendidikan tentang penerapan kurikulum 2013. Materi yang dibahas dan di
jelaskan pada saat itupun baru seputar cara pembuatan RPP di kurikulum 2013
sedangkan Silabus tidak di bahas karena akan di sediakan oleh pemerintah belum
mencakup keseluruhan kurikulum 2013.
3.3.
Evaluasi siswa
dalam Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor
Dalam proses
penilaian di SMA Negeri 1 Cipongkor, guru lebih mengedepankan penilaian pada
saat proses belajar siswa, adapun UTS dan UAS tetap menjadi bahan pertimbangan
penilaian tetapi persentasenya lebih kecil yaitu sekitar 40% saja dan 60% dari peniaian
proses belajar, selain itu juga untuk pembuatan soal UTS guru di tekankan untuk
membaut soal yang berbentuk uraian bukan pilihan ganda, gunanya supaya siswa
mempu memecahkan masalah dengan solusi sendiri. Jadi sebagian besar nilai akhir
atau raport itu di dapatkan dari nilai proses atau nilai keaktifan siswa
dikelas.
3.4.
Kendala
Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor
Kendala yang di
temukan di SMA Negeri 1 Cipongkor diantaraanya adalah kebanyakan siswa masih
terbiasa dengan metode belajar ceramah sehingga ketika guru memberi kesempatan
buat siswa untuk mencari gagasan, ide, dan pendapat sendiri sesalu agak sulit
karena kebiasaan mereka hanya menyimak dan mendengarkan saja. Apalagi ketika
siswa masuk SMA tidak memiliki dasar yang cukup dalam berbagai pelajaran.
Selain siswa,
guru juga masih senang menggunakan metode ceramah dibanding dengan
metode-metode lain. Oleh karena itu setelah beres UTS pihak sekolah
berinisiatif mengadakan bimtek di sekolah khusus tentang cara-cara mengajar
dikelas dengan sistem kurikulum 2013 dan pada semester dua akan mendatangkan
narasumber yang berkaitan dengan cara penilaian dalam kurikulum 2013.
Kendala juga
dapat di temukan dari datangnya buku yang tidak tepat waktu bahkan ada beberapa
mata pelajaran yang belum di berikan buku oleh pemerintah yang sudah datang
juga di berikan pada pertengahan seftember padahal proses pembelajaran sudah
dimulai dari awal agustus.
Selanjutnya
kendala yang di temukan juga terdapat pada penerapan kurikulum 2013 di kelas XI
yang juga haru mengejar Kurikulum 2013 di kelas X karena kurikulum yang mereka
gunakan di kelas X dulu masih menggunakan KTSP yang kontennya jauh berbeda dengan
Kurikulum 2013 sehingga membuat kelas XI ketinggalan materi kurikulum 2013 di
kelas X.
4.
Perbedaan
Kurikulum 2013 dengan KTSP
Perbedaan yang
mendasar antara kurikulum 2013 dengan KTSP terdapat pada proses pembelajaran.
Dalam kurikulum 2013 guru harus lebih memberikan kesempatan pada siswa supaya
lebih menelaah, berinteraksi, menganalisis, menalar materi yang di berikan oleh guru dan di
upayakan mereka mampu untuk menciptakan karya sendiri. Seperti dalam pelajaran
Bahasa dan Sastra Indonesia pada pembuatan karya contohnya pemebelajaran puisi
siswa harus lebih di fokuskan pada pembuatan karya puisi bukan analisis puisi
yang sifatnya teoritik, karena kadang-kadang soerang siswa memiliki bakat yang
mungkin tidak di ketahui oleh pihak sekolah. Intinya dalam kurikulum 2013
tujuan pembelajaran lebih menitikberatkan pada faktor psikomotor apalagi dalam
dalam pembelajaran bahasa dan sastra indonesia.
Jika dilihat dari tingkat
kesulitan antara KTSP dengan Kurikulum 2013 untuk saat ini bisa di katakan
bahwa Kurikulum 2013 lebih sulit di bandingkan denagn KTSP karena Kurikulum
2013 masih dalam tahap perencanaan dan permulaan sehingga belum bisa
menyelesaikan sepenuhnya kendala-kendala yang ada dalam Kurikulum 2013 tetapi
itulah yang membuat siswa dan guru untuk lebih tertantang dengan Kurikulum 2013
dan menerapkannya dalam proses pembelajaran.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah
sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun
oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis
diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang system Pendidikan nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan
KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu
pada Standar Isi (SI) danStandar Kompetensi Lulusan (SKL)
untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan
Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk memandirikan
dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi)
kepada lembaga pendidikan. Secara khusus diterapkannya KTSP adalah untuk
:
a.
Meningkatkan mutu
pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam menge,bangkan kurikulum,
mengelola, dan memberdayakan sumber daya yang tersedia;
b.
Meningkatkan kepedulian
warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan
keputuasan bersama;
c.
Meningkatkan kompetensi
yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan
dicapai.
Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari SI, namun pengembangannya diserahkan kepada
sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP
terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan
kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang
Pelaksanaan SI dan SKL.
Standar isi adalah ruang lingkup materi dan
tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan,
kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus
dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum
tingkat satuan pendidikan yang memuat:
· kerangka
dasar dan struktur kurikulum,
kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di
tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan.
SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan
kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk
seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan
merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah
disepakati. Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan
Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL,
ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite
sekolah. Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada
sekolah, dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen
Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP selain melibatkan guru dan karyawan juga
melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi
setempat. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang
disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi dan kondisi
lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Sedangkan kurikulum terbaru saat ini yang digunakan di
Indonesia yaitu Kurikulum Tahun 2013, di mana kurikulum ini lebih mirip dengan Kurikulum
Berbasis Kompetensi. Model kurikulum berbasis kompetensi ini ditandai oleh
pengembangan kompetensi berupa sikap, pengetahuan, keterampilan berpikir, dan
keterampilan psikomotorik yang dikemas dalam berbagai mata
pelajaran. Walaupun hampir mirip dengan model Kurikulum Berbasis
Kompetensi, akan tetapi masih ada juga perbedaan-perbedaannya. Kurikulum
dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Di dalam kurikulum
ini memandang bahwa setiap peserta didik itu memiliki potensinya masing-masing
yang perlu digali dan dikembangkan, sehingga kelak potensinya tersebut dapat
bermanfaat di dalam kehidupan si peserta didik nantinya dalam bermasyarakat.
Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa setiap peserta didik
berada pada posisi sentral dan aktif dalam belajar, sehingga dapat dikatakan
bahwa guru hanya sebagai fasilitator saja. Peran peserta didik di dalam kegiatan
pembelajaran itu lebih diutamakan, sehingga potensi-potensi yang ada di dalam
diri peserta didik menjadi lebih tersalurkan dan dapat berkembang.
Penyelenggaraan pendidikan seperti yang disampaikan dalam Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan
proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus
bangsa di masa depan.
Berikut adalah perbedaan KTSP dengan Kurikulum 2013.
KTSP 2006:
·
Pada KTSP, sekolah
diberikan keleluasaan untuk mendelegasikan seluruh isi kurikulum melihat
karakter, dan potensi lokal, KTSP tetap menekankan kompetensi akan tetapi lebih
dikerucutkan lagi dalam operasional dan implementasinya di sekolah.
·
Standar Kompetensi
Lulusan diturunkan dari Standar Isi
·
Standar Isi diturunkan
dari Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran
·
Pemisahan antara mata
pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk Pengetahuan
·
Kompetensi diturunkan
dari mata pelajaran
·
Mata pelajaran lepas satu
dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah
·
Pengembangan kurikulum
sampai pada komptensi dasar
·
Tematik Kelas I-III
(mengacu mapel)
Kurikulum
2013:
·
Standar Kompetensi
Lulusan diturunkan dari kebutuhan masyarakat
·
Standar Isi diturunkan
dari Standar Kompetensi Lulusan
·
Semua mata pelajaran
harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan
·
Mata pelajaran diturunkan
dari kompetensi yang ingin dicapai
·
Semua mata pelajaran
diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)
·
Pengembangan kurikulum
sampai pada buku teks dan buku pedoman guru
·
Tematik integratif Kelas
I-VI (mengacu kompetensi)
5.
Keterkaitan
Kurikulum 2013 dengan KTSP
Sebenanya
Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari KTSP. Ketika seseorang mengatakan
bahwa mempelajari kurikulum 2013 itu sulit, berarti dia belum memahami KTSP
tetapi apabila KTSP sudah di pahami oleh seseorang makan kurikulum 2013 akan
mudah untuk di pahami dan di terapkan dalam proses pembelajaran. Kurikulum 2013
dengan KTSP memiliki konsep yang tidak jauh berbeda, namun dalam proses
pembelajaran Kurikulum 2013 lebih memberi kesempatan yang luas kepada siswa
untuk meningkatkan kreatifitas. Meskipun seperti itu bukan berarti guru hanya
diam saja tetapi sorang guru harus mampu mengawasi dan mengarahkan siswa untuk
lebih kreatif dan inovatif.
6.
Daftar
Pertanyaan yang di Ajukan Kepada Wakasek Kurikulum
NO
|
Daftar Pertanyaan
|
Jawaban
|
1
|
Kurikulum apa yang di
terapkan di SMA Negeri 1 Cipongkor ini pak ?
|
Di tahun ajaran
2014-2015 SMA Negeri 1 Cipongkor ini memang telah melaksanakan kurikulum 2013
untuk kelas X dan XI sedangkan untuk kelas XII masih menggunakan KTSP karena
memang itu merupakan program dari pemerintahnya seperti itu.
|
2
|
Untuk wilayah Cipongkor
ini pak, apakah sudah semua sekolah sudah menerapkan Kurikulum 2013 atau beberapa
saja ? atau hanya sekolah yang dintentukan pemerintah saja ?
|
Kalo yang saya tahu
semua sekolah sudah menerapkan kurikulum
2013. Dinas pendidikan juga sudah memerintahkan semua sekolah baik
negeri atau swasta sudah harus menerapkan kurikulum 2013.
|
3
|
Apakah ada perbedaan
dalam penugasan guru dalam mengajar antara kurikulum 2013 dengan KTSP ?
|
Dalam kurikulum 2013
guru lebih mengarahkan dan membimbing. Sedangkan dalam KTSP guru pada umumnya
menggunakan metode yang sifatnya teoritik.
|
4
|
Dalam implementasi
Kurikulum 2013 apakah guru-guru di SMA Negeri 1 Cipongkor ini telah melakukan
pelatihan atau belum ?
|
Untuk pelatihan, sudah
ada tiga guru yang mengikuti pelatihan itupun karena program dari provinsi
yaitu sejarah, matematika, dan PJOK. Sisanya belum tetapi sedang ada proses,
katanya semua guru akan melakukan Bimtek. Tetapi SMA Negeri 1 Cipongkor
berinisiatif untuk melakukan pembinaan di sekolah dengan mengundang
sekolah-sekolah swasta yang ada dengan mendatangkan narasumber dari Dinas
pendidikan.
|
5
|
Apakah dalam Kurikulum
2013 RRP dan Silabus itu masih masih di wajibkan pak ?
|
Kalo RRP masih harus di
buat oleh guru, tetapi Silabus sudah di sediakan oleh pemerintah.
|
6
|
Terus apa perbedaan
yang mendasar antara Kurikulum 2013 dengan KTSP ?
|
Kalo menurut saya
Perbedaan yang mendasar antara kurikulum 2013 dengan KTSP terdapat pada
proses pembelajaran. Dalam kurikulum 2013 guru harus lebih memberikan
kesempatan pada siswa supaya lebih menelaah, berinteraksi, menganalisis,
menalar materi yang di berikan oleh
guru dan di upayakan mereka mampu untuk menciptakan karya sendiri.
|
7
|
Kalo kaitan antara
Kurikulum 2013 dengan KTSP pak ?
|
Kalo bagi saya sih
Kurikulum 2013 itu merupakan penyempurnaan dari KTSP sebetulnya, cuman
bedanya hanya dalam proses belejar mengajarnya saja.
|
8
|
Kalo dari
tingkatkesulitannya pak, apakah lebih sulit Kurikulum 2013 atau KTSP ?
|
Jika dilihat dari
tingkat kesulitan antara KTSP dengan Kurikulum 2013 untuk saat ini bisa di
katakan bahwa Kurikulum 2013 lebih sulit di bandingkan denagn KTSP karena
Kurikulum 2013 masih dalam tahap perencanaan dan permulaan sehingga belum
bisa menyelesaikan sepenuhnya kendala-kendala yang ada dalam Kurikulum 2013.
|
9
|
Apa kendala yang di
temukan dari di terapkannya Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor ini pak
?
|
Salah satu
kendala yang di temukan yaitu guru juga masih senang menggunakan metode
ceramah dibanding dengan metode-metode lain. Oleh karena itu setelah beres
UTS pihak sekolah berinisiatif mengadakan bimtek di sekolah khusus tentang
cara-cara mengajar dikelas dengan sistem kurikulum 2013 dan pada semester dua
akan mendatangkan narasumber yang berkaitan dengan cara penilaian dalam
kurikulum 2013.
|
10
|
Bagaimana proses
evaluasi siswa dalam kurikulum 2013 ?
|
Dalam mengevaluasi
siswa, saya salaku Wakasek Kurikulum menekankan kepada guru bahwa nilai
proses ada yang harus tinggi. Nilai proses itu adalah nilai keaktifam siswa
pada saat belajardi kelas. UTS dan UAS tetap jadi pertimbangan penilaina
cuman persentasenya kecil yaitu 20-40% dan sisanya adalah nilai proses
pembelajaran.
|
11
|
Bagaimana respon guru
dan siswa terhadap kurikulum 2013 ?
|
Penerapan
kurikulum 2013 mendapatkan respon positif dari guru-guru yang ada di SMA
Negeri 1 Cipongkor apalagi setelah mengikuti Bimtek yang bisa menambah
wawasan guru bahwa proses pembelajaran itu tidak hanya metode ceramah saja.
Tetapi hanya sebagian kecil saja dari siswa yang menganggap bahwa kurikulum
2013 itu merupakan kurikulum yang tepat dan menyenangkan.
|
12
|
Mungkin bisa di
jelaskan pak kelebihan dan kelemahan kurikulum 2013 ?
|
Kelebihannya mungkin
memberikan banyak kesempatan pada siswa supaya lebih menelaah, berinteraksi,
menganalisis, menalar materi yang di
berikan oleh guru dan di upayakan mereka mampu untuk menciptakan karya
sendiri. Kemudian dalam kurikulum 2013 siswa di lebih dibantu dalam sarana
dan prasarana seperti buku. Tapi kalo kelemahannya mungkin terdapat pada
proses penerapan yang memerlukan waktu serta usaha ekstra bagi para guru yang
akan menjalankannya.
|
13
|
Apasajakah sarana atau
prasarana yang dapat memberikan kelancaran dalam penerapak kurikulum 2013 ?
|
Kalo di SMA Negeri 1
Cipongkor kami telah mendapatkan buku dari pemerintah baik buku guru maupun
buku siswa tetapi ada beberapa mata pelajaran yang belum mendapatkan buku
termasuk mata pelajaran bahasa Indonesia. Dan kedepan katanya akan di berikan
satu LCD untuk tiap rombel tetapi kami baru mendapatkan lima LCD.
|
14
|
Apakah ada pak
pelajaran yang di hilangkan dalam kurikulum 2013 ?
|
Yang di hilangkan itu
TIK. Tetapi sebagai gantinya kami membuat pelatihan atau kursus komputer bagi
siswa.
|
BAB 3
PENUTUP
1.
Kesimpulan
SMA Negeri 1 Cipongkor
adalah sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013 yaitu sejak tahun ajaran
2014-2015 di kelas X dan XI saja untuk setiap mata pelajaran tak terkecuali,
sedangkan kelas XII masih menggunakan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan
(KTSP), dan itu bukan pilihan dari pihak sekolah tetapi merupakan ketetapan
dari pemerintah. Meskipun terdapat beberapa kendala, tetapi SMA Negeri 1
Cipongkor tetap menjalankan kurikulum 2013 sesuai dengan aturan yang telah di
tetapkan oleh pemerintah
2.
Kritik Dan Saran
Sebagai
manusia serba kekurangan penyusun mengucapkan permohonan maaf bila dalam
tulisan ini banyak kesalahan. Namun sedikit banyaknya mudah-mudahan tulisan ini
dapat memberikan manfaat khususnya bagi kaum mahasiswa. Untuk penyempurnaan
tulisan ini kami harap kritik dan saran. Terima kasih.
3.
Daftar Pustaka
Guru Belajar
Mengajar. 2013. Membaca online. Tersedia : http://gurupembelajaran.blogspot.com/2013/09/pengertian-kurikulum-bagaimana-dengan.html
Guru.or.id.
2013. Membaca online. Tersedia : http://guru.or.id/inti-kurikulum-2013-penyederhanaan-tematik-integratif.html
Academia.edu.
2013. Membaca online. Tersedia : http://www.academia.edu/6338845/Perbedaan_Kurikulum_2013_Dengan_KTSP
Lampian

laporannya bermanfaat dan sistematis.
BalasHapusIjin copas kata pengantarnya ya kawan :)
BalasHapusTerimakasih..
IZIN COPAS YA MAS. BUAT TUGAS
BalasHapusTerimakasih kak, laporannya sangat bermanfaat :)
BalasHapusijin copy buat referinsi
BalasHapusMantap laporannya.
BalasHapusSangat bermanfaat;)
Mantap laporannya.
BalasHapusSangat bermanfaat;)
good
BalasHapusIzin copas ya mas buat tugas kuliah🙏🙏
BalasHapusTerimakasih😊
izin copas ya kaka memenuhi tugas school based management
BalasHapus